Penganiayaan TKI terakhir di Malaysia dialami oleh Siti
Hajar yang dianiaya oleh majikannya pada 2009. Mengangkat pembantu adalah
sebuah pilihan berat karena pembantu idealnya adalah partner kerja meskipun dia
bekerja dibawah perintah kita. Mereka bukanlah barang mati, yang tidak punya pikiran
dan perasaan. Mereka tentu punya juga keinginan untuk dihargai, dan tentu saja
tidak bakalan menolak jika diajak berkomunikasi secara baik dengan penuh
kesantunan dan kasih sayang. Karena itu, tidak selayaknya pembantu diperlakukan
layaknya ata’ atau budak. Dalam banyak kasus—semoga kita tidak termasuk
diantaranya—seringkali pembantu dipersamakan dengan budak. Yang selalu muncul
di pikiran kita, ”pokoknya dia harus nurut, kalau tidak awas!!". Kasus
Siti Hajar diatas merupakan satu bukti nyata dimana pembantu diperlakukan tak
lebih dari seorang budak baginya.
Opini:
Menurut pendapat saya tentang contoh kasus diatas kedubes indonesia yang berada di negara tersebut harus bertindak tegas dan melindungi setiap TKI yang bekerja. Seharusnya para TKI tidak diperlakukan dengan kasar, karena mereka juga sama seperti majikannya, sama-sama manusia hanya saja nasib mereka kurang beruntung.
Sumber:
http://topik08061989.blogspot.com/2010/11/pelapisan-sosial-dan-persamaan-derajat.html
Opini:
Menurut pendapat saya tentang contoh kasus diatas kedubes indonesia yang berada di negara tersebut harus bertindak tegas dan melindungi setiap TKI yang bekerja. Seharusnya para TKI tidak diperlakukan dengan kasar, karena mereka juga sama seperti majikannya, sama-sama manusia hanya saja nasib mereka kurang beruntung.
Sumber:
http://topik08061989.blogspot.com/2010/11/pelapisan-sosial-dan-persamaan-derajat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar