Kamis, 29 November 2012

Manusia dan Penderitaan (Tulisan)



Dalam kehidupan sehari harinya, manusia tidaklah selalu bertemu dengan hal hal yang dianggap menyenangkan bagi mereka, terkadang mereka harus merasakan pahitnya sebuah kegagalan, kekalahan, ke putus asaan, dan yang lainnya, inilah yang disebut dengan penderitaan.

Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat di rasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin. Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang di anggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian. Memang harus diakui, di antara kita dan dalam masyarakat masih terdapat banyak orang yang sungguh-sungguh berkehendak baik, yaitu manusia yang merasa prihatin atas aneka tindakan kejam yang ditujukan kepada sesama manusia yang tidak saja prihatin, melainkan berperan serta mengurangi penderitaan sesamanya, bahkan juga berusaha untuk mencegah penderitaan atau paling tidak menguranginya, serta manusia yang berusaha keras tanpa pamrih untuk melindungi, memelihara dan mengembangkan lingkungan alam ciptaan secara berkelanjutan. Ada keinginan alamiah manusia untuk menghindari penderitaan. Tetapi justru penderitaan itu merupakan bagian yang terkandung di dalam kemanusiaannya.


Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.

Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik.

Penafsiran hedonisme ada dua macam, yaitu:
1. Hedonisme psikologis yang berpandangan bahwa semua tindakan diarahkan untuk mencapai kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2. Hedonisme etis yang berpandangan bahwa semua tindakan ‘harus’ ditujukan kepada kenikmatan dan menghindari penderitaan.

Penyair ternama abad pertama menulis, “Bersukacitalah dengan yang bersukacita, dan menangislah dengan mereka yang menangis.” Pernyataan  ini mengajak  kita berempati terhadap sesama, mereka yang berada di dekat kita. Menghargai sahabat atau  kerabat saat  mereka  senang ataupun  susah.

Agar kita pulih dan bertumbuh dalam kebahagiaan, penting menunjukkan emosi kita secara terbuka. Baik itu karena peristiwa yang menyenangkan atau sebaliknya. Baik  keberhasilan maupun kegagalan.

Meski demikian, saat menunjukkan kebahagiaan atau kesulitan, hendaknya disampaikan secara proporsional dan kontekstual. Artinya, kebahagiaan dan kedukaan kita  tidak untuk  ”dipamerkan”. Tidaklah bijak bila pengalaman tersebut  disampaikan secara berlebihan apalagi hanya untuk sekedar menarik simpati. Sangat penting orang tahu proses dan konteksnya, bukan hanya hasil.


Jadi, manusia hidup tidak luput dari rasa senang bahagia dan juga rasa penderitaan. Keduanya saling berkaitan, apabila kita hidup dalam keadaan senang suatu saat  kita akan di diberi ujian oleh Allah SWT melalui penderitaan, dan apabila kita hidup dalam penderitaan yakin lah bahwa suatu saat nanti Allah SWT akan memberikan suatu nikmat berupa kebahagian kesenangan untuk umat Nya.
sumber : google

Tidak ada komentar: