Sebelum
kita omongin keadilan, terlebih dahulu kita mencari tahu apa itu keadilan.
Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak
dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda.
Lalu ada
juga pengertian dari wikipedia mengenai pengertian keadilan adalah kondisi
kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik
menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori,
keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar.
Kalau
membicarakan tentang keadilan, jadi teringat kasus anggota DPR Angielina
Sondakh dan Mbah Minah yang kasus keadilannya berbanding terbalik.
Pertama
kasus dari anggota DPR Angelina Sondakh yang telah mengkorupsi uang negara yang
cukup banyak. Di kira-kira oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) uang yang di
korupsi oleh Angelina Sondakh berkisar kurang lebih 500 Trilyun. Woooowwwwwww
sungguh amazing sekali uang yang di korupsi oleh angelina sondakh. Walaupun
sudah menjalani hukuman kurungan penjara di penjara TIPKOR (Tindak Pidana
Korupsi), Angelina Sondakh masih saja mengelak bahwa dia
tidak menerima uang sebanyak itu dari berbagai pihak mana pun apabila di tanyai
oleh hakim tentang kasus korupsi yang yang menjelit dia. Banyak sekali alasan
yang di keluarkan oleh angelina sondakh, walaupun dia sudah diputuskan menjadi
tersangka korupsi wisma atlet yang berada di Palembang dan dia pun sudah masuk
kedalam sel penjara tetapi dia masih bisa keluar masuk dengan se-enaknya dia
untuk berpergian, coba bandingkan dengan kasus yang kedua yang memuat nama Mbah
Minah.
Seorang
perempuan yang sudah rentan juga dapat dibilang sudah nenek-nenek yaitu bernama
mbah minah dapat di kurung di penjara akibat cuma mengambil 3 biji kakao yangsudah
jatuh di dari sebuah pohon kakao. 3 biji kakao hanya senilai Rp.2.100 sampai
dibawa ke pengadilan negeri. Saat pengadilan berlangsung mbah minah, mbah minah
di vonis 5 tahun penjara oleh hakim dan hakimyang membacakan vonis tersebut
sampai meneteskan air mata karena hakin tersebut tidak tega untuk membacakan
vonis terhadap mbah minah.
Sungguh
ironi sekali keadlilan di Indonesia.
Bayangkan Cuma sekedar mengambil 3 biji kakao yang sudah jatuh dari pohonnya
sampai di vonis sampai 5 tahun sedangkan Angelina Sondakh yang sudah
mengkorupsi 500 trilyun sampai sekarang masih saja bisa mondar mandir di luar.
Apakah negara ini sudah benar dalam proses keadlian?????????. Dimana
letak dari keadilan itu kalau pemerintah sendiri tidak pernah adil. Seharusnya
mereka yang jadi pemimpin bangsa harus adil jangan hanya pandang bulu. Rakyat
kecil mengharapkan sebuah keadilan dari negara. Siapa yang salah harus dihukum
dan yang benar harus dibebaskan. Keadilan juga harus lebih di tegakkan jangan
cuma karena di beri duit jadi keadilan yang sesungguhnya tidak seperti
kenyataannya. Keadilan sangat diharapkan dan perlu penegasan dalam
melakukannya
Sumber
https://www.google.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar