Manusia adalah mahluk
yang kompleks. Manusia merupakan perwujudan dari penciptanya. Secara teori,
manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait yaitu jasad, hayat, roh,
dan nafs. Sedangkan kalau dilihat dari sisi kepribadian manusia tediri dari id,
ego dan super ego.
Di dalam diri manusia
terdiri dari dua bagian yaitu tubuh dan jiwa. Kedua hal tersebut merupakan satu
kesatuan yang tidak terpisahkan. Tubuh jika sudah mati akan rusak (kembali
menjadi tanah). Bagian tubuh ini dapat diraba, dan dilihat. Sedangkan bagian
lain yang juga memiliki peran yang sama dalam menyusun diri seseorang adalah
jiwa. Bagian jiwa ini bersifat abstrak dan hanya dapat dirasakan melalui
tingkah laku atau sikap yang dilakukan oleh tubuh. Bagian jiwa ini bersifat
kekal (abadi). Jiwa akan tetap ada walaupun tubuh sudah rusak.
Manusia merupakan
mahluk Tuhan yang paling sempurna. Dengan dibekali akal, rasa dan karsa manusia
dapat berbuat kebaikan juga berbuat kejahatan. Dengan akalnya manusia dapat
menciptakan/ membangun sesuatu yang dapat berguna bagi manusia pada umumnya.
Dengan rasa manusia dapat membangun/ menciptakan seni dengan rasa yang sangat
tinggi. Dengan akal dan rasanya juga manusia dapat menghancurkan dan membuat
nilai – nilai dari satu benda atau kemanusiaan menjadi rendah. Hal ini dapat
kita lihat dari adanya peperangan.
Hal ini juga dapat kita
lihat melalui profil bangsa Indonesia
saat ini. Jurang pemisah antara yang miskin dan kaya makin dalam dan lebar.
Seakan – akan semakin sulit untuk sang miskin memperoleh cara untuk melewati
kemiskinan tersebut. Apakah ini kebudayaan Indonesia?
Sekarang kita bahas apa sih KEWAJIBAN kita sebagai
manusia terhadap budaya tanah air ini? Hakikat manusia dalam melestarikan dan
menjaga kebudayaan adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh
kebudayaan lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan
tersebut merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun akhir-akhir
ini, kita pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan di negara kita ini
telah terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ya, itu
benar. Ini merupakan efek dari arus globalisasi yang sangat kencang sehingga
banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas keluar masuk ke dalam negara
kita ini sehingga kebudayaan kita agak sedikit ‘terpengaruh’ oleh kebudayaan
luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan kelalaian masyarakat sekarang
yang tidak mampu menjaga keaslian budaya yang dariman itu merupakan warisan
dari nenek moyang kita terdahulu. Tapi ini sudah terlambat untuk diatasi.
Mengapa? Ibaratnya itu kita seperti berjalan melawan arus yang sangat kencang,
seperti itulah yang masyarakat kita sedang alami. Mereka tidak mempersiapkan
pertahanan untuk melawan arus kencang tersebut. Bahkan mereka mulai mengikuti
arah arus tersebut. Hal ini sangat berbahaya karena jika ini dibiarkan terus
maka kebudayaan asli kita akan perlahan-lahan hilang. Memang banyak orang
mengatakan bahwa kebudayaan luar, terutama kebudayaan barat, itu budaya yang
serba gaul. Namun yang harus kita pahami dan sadari bahwa kebudayaan kita itu
jauh lebih bernilai, apalagi yang masih terjaga keasliannya. Makan janganlah
kita campur-adukkan kebudayaan kita dengan kebudayaan luar.
SUMBER:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar