Kamis, 24 Januari 2013

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT (TULISAN)


PERTENTANGAN SOSIAL
Pertentangan sosial bisa di sebut konflik atau pertikaian antara anggota masyarakat. Pertentangan bisa diartikan sebagai suatu proses sosial atara seseorang atau kelompok dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perselisihan atau percekcokan. Pertentangan sosial terjadi karena adanya perbedaan pendapat di masyarakat. Setiap anggota masyarakat pasti pernah mengalami pertentangan sosial. Akibat yang terjadi setelah pertentangan bisa berupa akibat positif dan negatif. Akibat positif yang terjadi misalnya bisa memperkuat solidaritas atar masyarakat atau antar kelompok dan memperjelas aspek kehidupan. Akibat negatif yang terjadi misalnya timbul keretakan atau kerenggangan antar masyarakat atau antar kelompok, bisa merubah perilaku yang tadinya baik menjadi tidak baik, dan bisa menghilangkan nyawa masyarakat yang ikut dalam pertentangan sosial. Pertentangan sosial bisa di atasi dengan mencari penengah kelompok yang mampu mendamaikan masyarakat atau kelompok yang bertentangan. Atau dengan menyelesaikan segala masalah dengan kepala dingin dan tidak menggunakan emosi.
   
INTEGRASI MASYARAKAT

Integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok masyarakat beradaptasi terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan masing-masing antar daerah. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian diri diantara unsur-unsur yang saling berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian. Integrasi bisa diartikan sebagai pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem masyarakat dan bisa diartikan juga dengan membuat kesuluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu. Integrasi sosial adalah jika yang di kendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi sosial di perlukan untuk supaya masyarakat tidah bubar atu tidah pecah meskipun telah menghadapi berbagai macam tantangan, baik berupa tantangan fisik taupun tantangan yang terjadi secara sosial atau konflik.

Generasi Muda yang berdemokrasi dan berintegrasi bangsa
Dalam benak banyak orang, pemuda adalah sosok pribadi yang istimewa. Penilaian istimewa ini mungkin didasari atas peran-perannya yang terdapat dalam seluruh proses kesejarahan umat manusia yang ada. Memang ada banyak bukti yang bisa dijadikan dasar atas penilaian itu. Di hampir seluruh pelosok dunia, sejarah perubahan senantiasa dimotori oleh segolongan manusia yang bernama pemuda, khususnya mahasiswa. Pun yang terjadi di Indonesia.
Betapa tidak, dalam setiap episode perubahan yang terjadi di Republik ini, selalu saja mahasiswa menjadi pelopornya. Tengok saja misalnya pada tahun 1908 ketika gerakan kebangkitan nasional dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa STOVIA. Atau mungkin pada tahun 1966 yang dipelopori oleh mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia yang kemudian melahirkan Orde Baru.
Atau juga pada peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari yang aksi-aksinya juga dipimpin oleh para mahasiswa. Bahkan tahun 1998 kemarin yang kemudian lebih dikenal sebagai gerakan reformasi. Semua itu adalah lembaran-lembaran emas dari sejarah perjuangan-perjuangan yang di perankan oleh mahasiswa.
Demikian juga sejarah perubahan yang terjadi di dunia. Lihat saja pada apa yang terjadi di Portugis pada tahun 1930- 1940. Bagaimana mahasiswa Portugis waktu itu melakukan aksi-aksi menentang kediktatoran Salazar. Atau ketika dekade 60-an, bagaimana para mahasiswa latin berjuang dalam misinya melawan kediktatoran dan kelaparan bangsanya. Mereka dengan lantang memprotes kebijakan-kebijakan para diktator Paraguay, Guatemala, Haiti,dan Nicaragua. Mereka dalam dekade itu secara massif memprotes setiap kebijakan para diktator yang jelas-jelas tidak berpihak kepada rakyat. (lPergolakan Mahasiswa Abad ke-20, Yozar Anwar dalam Kisah Perjuangan Anak-Anak Muda Pemberang ) Dan dari sebagian kecil itu saja, apabila di dalam kamus sejarah perubahan kita dikenal yang namanya Very Important Person (VIP)-, mahasiswa dan pemuda bisa dipastikan akan menjadi nominator utamanya. Dan andaikata itu memang ada, mungkin bukan lagi Very Important Person, melainkan Very Important Community. 1998 – Saat ini Bulan mei yang kita lewati saat ini adalah bulan yang delapan tahun lalu merupakan bulan yang syarat dengan catatan sejarah bagi perjalanan demokrasi di bumi pertiwi ini.
Pada saat itu, ribuan mahasiswa bersama-sama dengan rakyat bahu-membahu turun ke jalan menuntut sebuah perubahan. Kekecewaan dan kemarahan rakyat atas pemimpin dan segala kebijakannya terakumulasi dengan kuat. Bersama dengan pemuda dan mahasiswa, rakyat yang telah kecewa dan marah tersebut kemudian melakukan sebuah gerakan ekstra parlementer yang maha dahsyat. Dari gerakan yang kemudian lebih dikenal sebagai gerakan reformasi ini, tepat pada tanggal 21 Mei berhasil memaksa Soeharto sang Sumber Dari Segala Bencana mundur dari tampuk kekuasaannya. Sejenak rakyat bersama mahasiswa lega, Saat ini -delapan tahun setelah peristiwa itu telah berlalu- kita belum merasakan indahnya reformasi yang kita impikan.

SUMBER : GOOGLE, WIKIPEDIA

Tidak ada komentar: